Rabu, 28 November 2012

service dan tune up engine


service dan tune up engine

TUNE-UP MESIN
Beberapa bagian yang biasa diperiksa dalam pekerjaan tune-up mesin adalah sistem pendinginan, tali kipas, saringan udara, batere, oli, busi, kabel tegangan tinggi, celah katup, karburator, putaran oli dan tekanan kompresi.
a. Sistem pendinginan
Periksa tinggi air pendingin pada tangki cadangan. Jika kurang, isi hingga garis FULL.
b. Periksa kualitas air pendingin. Apakah menimbulkan karat, tercampur olii atau kotoran? Ganti air pendingin jika perlu.
c. Periksa kembali isi radiator terutama kisi kisinya dan selang-selangnya.
d. Periksa klem selang. Bila longgar, kencangkan.
e. Periksa apakah ada kebocoran pada pompa air, inti radiator
(core) atau longgarnya penguras air.
e. Periksa cara kerja tutup radiator.
Dengan menggunakan alat test tutup radiator, periksa tegangan pegas dan kedudukan katup vakum dari tutup radiator. Tutup harus diganti, jika tutup membuka pada tekanan di bawah angka spesifikasi atau jika tutup rusak
rusak.
Tali kipas
a. Periksa tali kipas belt dari keausan, retak, dan ketegangan. Ganti bila perlu
b. Pastikan tali kipas terpasang baik pada puli
c. Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan sebesar
98N (10 kg) di tengah•tengah antara kedua puli. Stel bila perlu
Penyetelan :
- Bila perlu kendorkan baut dudukan alternator dan bautnya
- Gerakan alternator kedalam dan keluar untuk menyetel
- Setelah itu kencangkan baut
Saringan udara
a. Buka elemen saringan udara
Catatan:
Usahakan agar tidak ada kotoran atau benda lain masuk ke dalam karburator
b. Untuk membersihkan etemen, hembuskan udara bertekanan
dari sebelah dalam.
c. Jika elemen koyak atau terlalu kotor, ganti dengan yang
baru
4. Batere
a. Periksa batere dari kemungkinan penyangga batere berat, hubungan terminal longgar, terminal berkarat atau rusak, batere rusak, atau bocor.
b. Periksa batas air aki harus antara batas atas dan batas bawah
(maks. dan min. level).
c. Jika di bawah min, tambahkan air aki sampai batas min, jangan lebih.
d. Periksa berat jenis elektrolit dengan hidrometer. Berat jenis
1,25 – 1,27 pada 20°C.
c. Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sel, Jika tidak berada
pada ketinggian yang semestinya isilah dengan air suling.
Oli mesin
a. Tinggi oli harus berada pada antara L, dan jika lebih rendah, periksa kemungkinan ada kebocoran lalu tambah oli. hingga tanda F. Gunakan oli API service SE.
b. Periksa oli kemungkinan sudah kotor, kemasukan air atau berubah warna.
Mengganti saringan oli
a. Buka saringan oli.

b. Untuk memasang saringan oli, beri beberapa tetes oli mesin pada pada gasternya. Setelah itu kencangkan dengan tangan
c. Setelah mesin dihidupkan, periksa oli dari kemungkinan terdapat kebocoran dan periksa kembali tinggi oli.
Busi
a. Periksa elektroda tengah setiap busi dari pengikisan, atau porselinnya retak. Ganti bila perlu.
b. Bersihkan busi dengan amplas atau sikat kawat halus dipakai lagi
c. Stel celah busi dengan membengkokkan elektroda massanya
Catatan :
Gunakan feeler gauge kawat umuk mendapatkan keakuratan
pengukuran
Perhatian :
- Jangan menarik kabel busi waktu membukanya.
- Waktu memasang busi baru atau lama oleskan compound anti aus atau sejenisnya pada drat busi.
Memeriksa kabel tegangan tinggi
a. Lepaskan kabel. Pada waktu melepas kabel busi, tariklah dengan memegang bagian ujung kabelnya, jangan memegang pada bagian tengah kabel.
b. Periksa tahanan kabel. Tahanan kabel kurang dari 25 kiOHM perkabel
Distributor
a. Periksa tutup distributor dan rotor dari kemungkinan:
- Retak, berkarat, terbakar atau lubang kabel kotor.
- Terminal elektroda terbakar.
- Pegas bagian tengah lemah.
b. Periksa dan stel celah platina atau celah udara.
- Jika platina terbakar atau berlubang lubang, platina harus diganti.
- Stel celah platina dengan pegas penahan. Celah blok 0,45 mm.
- Stel celah udara antara rotor proyeksi koil, Celah udara 0,2 – 074 mm.
c. Periksa sudut dwell dengan tester.
d. Periksa saat pengapian.
- Setel putaran mesin pada putaran idle. Oktan selektor
harus distel pada posisi standar. Saat pengapian pada maksimum 950 RPM 8drajat sebelum TMA.
d. Periksa saat pengapian.
- Stel putaran mesin pada putaran idle. Oktan selektor harus distel pada posisi standar. Saat pengapian pada maksimum 950 RPM 8drajat sebelum TMA.
- Cocokkan tanda-tanda waktu dengan memutar body distributor. Saat pengapian 8° sebelum TMA.
Perhatian:
Jangan distel dengan oktan selektor
e. Periksa cara kerja governor.
- Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah jarum jam dan dilepas. Rotor tidak boleh terlalu longgar.
- Hidupkan mesin dan lepaskan selang dari distributor. Tanda waktu berubah sesuai dengan putaran mesin.
Penyetelan celah katup
a. Panaskan mesin kemudian matikan.
b. Stel silinder No. 1 Pada TMA atau titik mati ams (kompresi).
c. Kencangkan kembali baut-baut kepala silinder dan penunjang batang penumbuk katup (rocker arm).
d. Stal celah katup. Celah katup diukur di antara batang katup dan lengan rocker. Yang distel hanya katup yang ditunju oleh panah saja.
Celah katup:
Hisap : 0,20mm
Buaug : 0,30 mm
e. Putarlah poros engkol (cranshat) 3.600.
f. Stel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.
Penyetelan putaran rendah (idle) pada karburator
Cara 1:
a. Lepaskan sumbat pada saluran isap dan pasang vacuum gauge.
b. Sambungkan tachometer pada koil pengapian.
c. Hidupkan mesin sampai suhu kerja normal.
d. Saat mesin stasioner, putar skrup setelah angin ke dalam dan keluar sampai diperoleh putaran terbaik dengan tingkat kevakuman minimum 430 mm Hg.
e. Putarlah sekrup setelah stasioner untuk menyetelnya.
f. Lepaskan vacuum gauge dan pasang sumbat kembali.
Cara 2:
a. Hidupkan mesin.
b. Stel hingga putaran maksimum dengan memutar sekrup penyetel putaran idle.
c. Stel putaran campuran idle dengan memutar sekrup penyetel putaran idle. Putaran campuran idle kurang lebih 800 rpm
d. Teruskan penyetelan (b) dan (c) sampai dapat putaran maksimum yang paling optimal, tidak bergantung banyaknya memutar sekrup penyetel putaran idle. Putaran idle 750 kurang lebih 50 rpm.
Untuk penyetelan bagian karburator lainnya, lihat pembahasan khusus karburator.
Pemeriksaan tekanan kompresi
a. Pastikan oli mesin cukup dan aki punya setrum penuh.
b. Panaskan mesiu sampai suhu kerja normal. Matikan mesin.
c. Lepaskan semua besi.
d. Pasang alat ukur kompresi pada lubang busi silinder no.1.
e. Injak pedal gas sampai habis.
f. Start mesin hingga tekanan kompresi hingga nilai tertinggi.
g. Lakukan tes yang sama pada silinder lainnya.
Tekanan kompresi,
standar : 11 kg/cm2
limit : 9,0 kg/cm2
h. Bila rendah atau tidak rata, lakukan tes ulang setelah menuangkan oli ke silinder yang nilai kompresinya paling rendah
- Bila tekanan kompresi naik, berarti ring pinion atau silinder aus.
- Bila tekanan tidak naik, tandanya permukaan klep pada kepala silinder tidak rapat.
- Bila dua silinder yang berdekatan tekanannya tidak naik, kemungkinan penyebabnya adalah gasket kepala silinder diantara kedua silinder itu bocor
MERAKIT SUSPENSI BELAKANG
Susunan komposisi suspensi belakang
Gambar 14.80. Susunan suspensi belakang Toyota Kijang
Melepas peredam kejut dan pegas daun
a. Dongkrak dan topang kendaraan
b. Topang rumah poros. Dongkrak rumah poros sampai pegas daun
menjadi bebas dan tahan pada posisi tersebut.
c. Lepas roda belakang.
d. Lepas peredam kejut belakang.
1) Lepas peredam kejut dari bodi.
Gambar 14.81
2) Lepas peredam kejut dari dudukan pegas.
Gambar 14. 82
e. Lepas baut-U.
1) Lepas empat mur dan cincin bersama dudukan pegas
2) Lepas dua baut-U dan dudukan atas.
Gambar 14. 83
f. Lepas pegas daun.
1) Lepas bracket kabel rem parkir dari pegas daun.
Gambar 14.84
2) Lepas mur pen bracket pegas.
Gambar 14.85
3) Lepas baut pembatas pen bracket pegas dan lepas pen bracket.
4) Lepas mur shackle dan baut, lepas plat shackle.
5) Lepas pegas daun dari rumah poros.
Gambar 14.86
g. Lepas bushing dari pegas.
Gambar 14.87
Mengganti pegas daun
a. Longgarkan klip pegas, menggunakan pahat, ungkit pegas daun,
dan klip.
Gambar 14.88
b. Lepas baut tengah (center bolt). Tahan pegas di dekat baut tengah
pada ragum dan lepas baut tengah.
Gambar 14.89
c. Ganti klip pegas.
1) Borlah kepala paku keling dan keluarkan paku keling.
2) Pasang paku keling baru pada lubang pegas daun dan klip
kemudian kelinglah dengan hidrolik pres.
Gambar 14.90
d. Pasang baut tengah (center bolt).
1) Tepatkan Iubang pegas daun dan jepitlah pegas daun pada
ragum
2) Pasang dan kencangkan baut tengah. Momen 450 kg.cm
(44 Nm)
Gambar 14.91
e. Bengkokkan klip pegas menggunakan palu. Bengkokan klip
pegas pada posisinya.
Gambar 14.92
Pemasangan pegas daun dan peredam kejut
a. Pasang bushing pada pegas daun.
b. Pasang pegas daun.
1) Pasang dudukan atas pegas pada pegas daun.
2) Letakkan pegas daun pada rumah pores.
Gambar 14.93
3) Pasang ujung depan pegas daun pada gantungan depan
pasang pen bracket. Pasang sementara pen bracket.
4) Pasang baut pembatas pen bracket. Momen 130 kg.
Gambar 14.94
5) Pasang ujung belakang pegas daun pada bracket belakang
dan pasang pen shackle.
6) Pasang plat dan sementara pasang mur dan baut.
Gambar 14. 95
7) Pasang bracket kabel rem parkir pada pegas daun.
Gambar 14. 96
c. Pasang baut-U.
1) Pasang dua baut-U pada dudukan atas.
2) Pasang dudukan pegas dan kencangkan empat mur pengikat.
Momen 830 kg.cm (81 Nm).
Gambar 14.97
Catatan: Kencangkan baut-U sedemikian, sehingga panjang
baut-U yang di bawah dudukan pegas sama.
Gumbar 14.98
d. Pasang peredam kejut belakang.
1) Pasang peredam kejut pada rangka dengan baut. Momen 260 kg.cm (25 Nm).
Gambar 14. 99
2) Pasang peredam kejut pada dudukan pegas dengan baut,
Momen 260 kg.cm (25 Nm).
Gambar 14.100
e. Pasang roda dan turunkan kendaraan.
f. Stabilkan suspensi. Ayunkan kendaraan untuk menstabilkan suspensi.
Gambar 14.101
Kencangkan pen bracket pegas dan pen shackle.
1) Kencangkan pen bracket. Momen 930 kg.cm (91 Nm).
Gambar 14.102
2) Kencangkan mur pen shackle dan baut. Momen 930 kg.cm (91 Nm).
Gambar 14.103
MERAKIT KEMBALI
Catatan:
- Pastikan semua komponen yang akan dirakit (dipasang) sudah dalam keadaan bersih.
- Beri oli mesin yang bersih pada semua bagian yang meluncur dan berputar sebelum perakitan dimulai.
1. Merakit piston dan batang piston
a. Atur lubang oli di ujung besar batang piston posisi tandanya
berlawanan dengan tanda F (Front = depan) pada piston. Lihat
tanda panah.
b. Oleskan oli mesin di luar pasak piston.
c. Pasang pasak piston ke piston dan setang piston.
2. Memasang ring piston
a. Pasangkan ketiga ring oli pada piston.
1) Bubuhkan oli mesin pada spacer ring oli dan relnya
2) Pasanglah spacer ring oli. Ujungnya menghadap ke atas:
Catatan:
- Rel atas dan bawah sama
- Rel itu bisa dipasang bolak-balik.
3) Pasang rel atas dan bawah.
b. Pastikan kedua rel dipisahkan oleh tekanan spacer. Dapat diputar
dengan ringan bolak balik
Perhatian:
- Ring atas harus tanda R menghadup ke atas
- Ring kedua harus dipasang dengan pengaruh menghadap ke bawah.
c. Berikan oli mesin pada ring piston paling atas dan kedua.
d. Pasangkan ring kedua pada piston. Setelah itu ring piston paling
atas. Gunakan alat per ring piston (diiual secara bebas).
e. Aturlah posisi celah ujung ring seperti pada gambar.
3. Memasang piston dan batang piston
Perhatian:
Jurnal crankpin jangan sampai rusak
a. Berikan oli mesin pada dinding silinder, piston, dan ring piston.
b. Periksa ring piston
c. Masukan piston kedalam blog silinder dengan tanda F menghadap ke depan mesin. Gunakan alat penekan ring piston (dijual secara bebas)
4. Memasang poros engkol
a. Bersihkan kotoran dan oli dari jurnal dan metal.
Perhatian :
- Pasanglah alur atas metal duduk pada blok silinder
- Pasanglah metal bulan dengan alur oli menghadap ke arah kruk as
b. Pasang metal duduk atas dan metal bulan.
c. Pasang poros engkol pada blok silinder. Perhatikan metal
bulan tidak salah pasang.
d. Tarik batang piston ke bawah dan rapatkan ke crankpin.
Oleskan gemuk pada bibir seal dan pasanglah seal aki di belakang poros engkol
5. Memasang metal duduk
a. Pasang metal duduk bawah pada tutup metal.
b. Pasang metal bulan bawah pada tutup metal duduk belakang.
c. Pasang tutup metal duduk pada blok siliuder dan pasangkan seal samping ke alumya, pada salah satu sisi tutup metal duduk belakang
Catatan :
- Masing masing tutup metal duduk ditandai nomor posisinya (1 – 4)
- Seal samping harus dipasang: bagian yang lebih lebarnya
menghadap ke sisi mesin.
- Kencangkan baut-baut sesuai dengan momen pengencangan yang ditentukun
6. Memasang tutup metal batang piston
a. Pasang metal batang piston pada tutupnya masing-masing.
b. Beri oli mesin pada permukaan metal dan setang piston.
c. Pasang tutup pada stang piston sesuai dengan nomor tandanya.
d. Kencangkan baut baut sesuai dengan pengencangan yang ditentukan.
e. Putarkan poros engkol dan pastikan dapat diputar sccara ringan.
7. Memasang pompa oli
a. Masukkan as pompa oli dan rotornya ke dalam blok silinder.
b. Pasamg tutup pompa pada blok silinder dan kencangkan.
c. Pasanglah asket dan strainer (tapisan) oli pada tutup sambung
pipa bias stariuer pada blok silinder.
d. Ujilah fungsi kerja pompa oli isi lubang masuk pompa dengan mesin dan diputar pompa agar oli mengalir ke seluruh pompa.
8. Memasang rantai timing dan sproket•
a. Pasang komponen berikut pada nokken as.
b. Pasang rantai timing ke sproket kruk as dan sproket nokken
Tanda sejajar harus segaris seperti pada gambar samping.
c. Hati-hati jangan keliru menghubungkan rantai timing, sproket truk as dan nokken as.
d. Pasang spaser pada kruk as.
e. Luruskan alur pasak pada kruk as dan sproket dan setelah itu pasang
9. Memasang rantai pompa sproket
a. Pasang pasak pada poros pompa oli.
b. Pasang rantai pemutar pada sproket poros engkol dan sproket
pompa oli. Kemudian pasang ke poros pompa oli dan poros engkol. Luruskam pasaknya.
c. Kencangkan mur sproket pompa oli dan bengkokkan ujung ringnya
d. Pasang stelan rantai.
e. Masukkan spacer dan pasang oli silinger pada kruk as dengan bibimya menghadap keluar.
f. Berikan oli mesin pada rantai dan sproketnya.
10. Memasang pemandu dan peredam getaran rantai
a. Tekan per tensioner dengan obeng dan putar sine-pin, searah
jarum jam hingga per mengunci.
Catatan:
Jangan lupa mengendorkan slide-pin setelah diproses
b. Pasanglah gasket di samping kiri blok silinder.
c. Pasang pemandu rantai dan peredam getarannya sesuai posisinya
Kencangkan baut-bautnya.
11. Memasang tutup rantai timing
a. Pasang seal oli pada tutup rantai timing dan oleskan gemuk pada bibir seal oli
b. Dasar gasket di kanan blok siiinder.
c. Pasangkan tutup timing pada blok, Iuruskan dowel’pin (pasak)
Kencangkan baut-bautnya.
Catatan:
Potong sisa-sisa gasket yang menonjol pada tutup rantai dan
permukaan dudukan bak oli dan kap silinder
12. Memasang bak oli
a. Bersihkan permukaan gasket pada blok silinder dan bak oli.
b. Beri silikon sealer pada blok silinder.
c. Pasang gasket bam pada blok silinder.
d. Pasang bak oli dan kencangkan baut-bautnya sedikit demi sedikit dan merata.
13. Merakit kopling
Lihat penjelasan memeriksa kopling
14. Puli poros engkol
a. Tahan roda gila dengan penahan roda gila.
b. Pasang pasak dan puli poros engkol pada poros engkol.
c. Kencangkan baut puli.
15. Memasang kepala silinder
a. Tahan sproket poros kam dan rantai kuat-kuat dengan satu tangan
dan puter blok silinder menghadap ke atas.
b. Pasang sproket poms kam dan rantai di atas slipper blade dan
peredam getaran.
Catatan:
Pastikan tanda timing pada sproket poros kam dan rantai timing
c. Tempatkan gasket kepala silinder baru pada Blok silinder.
Catatan:
Jangan oleskan sealer pada permukaan gasket kepala silinder
d. Pasang kepala silinder pada blok dan luruskan dowel pain (pasaknya)
16. Memasang poros kam (camshuft)
a. Oleskan oli mesin pada permukaan penopang poros kam pada silinder.
b. Pasang poros kam dan masukkan ke sproket. Kemudian pasang poros kam ke kepala silinder.
17. Merakit tuas katup (rocker arm) dan porosnya
a. Rakit tuas katup dan porosnya seperti gambar berikut.
b. Hadapkan permukaan rata tappet ball pada setiap tuas katup
c. Oleskan oli mesin dan cuping nokken as.
d. Pasang tuas katup yang telah dirakit ke kop silinder.
e. Pasang baut-baut kop silinder (da|am keadaan longgar). Pergeseran setiap tuas katup buang adalah 1 mm dari titik tengah batang klep yang menghadap ke dcpan mesin dengan cara menggeser penopang tuas.
f. Kencangkan baut kepala silinder tiga tahap secara berurutan seperti urutan Catatan:
Jangan kencangkan baut kop silinder sekaligus.
g. Kencangkan baut yang menghubungkan kepala silinder dan tutup.
h. Pasang spacer dan gigi pemutar distributor. Luruskan pasaknya:
i. Kencangkan mur pengunci dan bengkokkan cuping ring plat.
j. Ukur speling nokken
18. Memasang saringan oli
a. Pakai kain lap untuk membarsihkan permukaan pada mesin.
b. Oleskan oli mesin bersih ke karat seal saringan oli baru.
c. Pasang saringan oli dan kencangkan dengan tangan hingga seal karatnya menyentuh permukaan dudukan.
d. Kencangkan saringan oli setelah mesin hidup.
e. Periksa kocoboran oli setelah mesin hidup.
f. Periksa jumlah oli dan tambah bila perlu.
19. Memasang pompa bensin
a. Masukkan pendorong seperti yang ditunjukkan gambar, dan pasanglah sumbatnya.
b. Pasang gasket, insulator, dan gasket lain pada blok, kemudian pasang pompa bensin.
c. Kencangkan bautnya.
20. Memasang saluran isap
a. Pasang gasket pada kepala silinder.
b. Pasang saluran isap pada kepala silinder dan kencangkan murmurnya
21. Memasang karburutor
a. Pasang gasket, insulator, gasket, dan karburator secara berurutan,
b. Kencangkan mur-mur nya.
22. Memasang termostat
a. Masukkan termostat ke saluran isap,
b. Pasang gasket termostat dan tutupnya.
c. Kencangkan baut-bautnya.
23. Memasang distributor
a. Putar poros engkol menurut putarannya hingga silinder no. I
pada l2° TMA, saat langkah kompresi. Tanda garis pertama puli
poros engkol segaris dengan jarum pada tutup rantai timing.
b. Luruskan tanda pada rumah distributor dan gigi pemutarnya.
c. Masukkan distributor ke kop silinder dan hubungkan gigi-giginya.
d. Pasangkan tutup distributor.
e. Kencangkan pengikat distributor.
24. Memasang pompa air
a. Pasang gasket baru pada tutup rantai timing bersama pompa air
b. Pasang tangkai penyetel alternator
c. Kencangkan mur murnya
25. Memusang kipas pendingin.
a. Pasang puli dan kipas pada bos pulley pompa air.
b. Kencangkan baut-bautnya.
26. Penyetelan rantai timing
Gunakan obeng melalui rongga kop silinder, putar peluncur tensioner rantai melawan arah jarum jam untuk mengendurkan lengan penyetelnya
27. Penyetelan celah katup
Lihat penyetelan katup pada tune-up mesin
28. Memasang tutup tuas katup
a. Pasang oli setengah lingkaran di depan dan belakang silinder
dengan tanda “OUT” menghadap keluar.
b. Pasang gasket pada tutup tuas katup.
c. Pasang tutup tuas katup pada kepala silinder dan kencangkan bautnya
Memasang kembali mesin ke mobil
Langkah-langkah pemasamgan mesin adalah kebalikan dari melepasnya. Setelah mesin terpasang lakukan langkah berikut:
a. lsilah radiator dengan air bersih;
b. lsikan oli ke karter sesuai spesifikasi.
c. Hidupkan mesin dan periksa kebocoran oli dan air.
d. Lakukan tune-up sesuai ketentuannya.
PELAKSANAAN PERAWATAN BERKALA
1. Baut kepala silinder
Kencangkan satu per satu baut kap silinder sesuai urutan yang di tunjukkan pada gambar 5.3. Lihat spesifikasi momen pengencangan menurut model mesin yang diservis momen pengencangan
2. Celah katup
Periksa celah katup dengan feeler gauge. Lihat spesifikasi celah katup menurut modal mesin yang diservis
- Celah katup isap = . . .
- Cclah katup buang = ….
Lihat prosedur lebih jelas pada tune-up mesin
3. Mur saluran isap dan buang
Kencangkan mur saluran isap dan buang
Momen pengencangan lihat spesifikasi servis pada lampiran buku ini.
4. Tali kipus (drive belt)
a. Periksa keretakan atau cacat tali kipas.
b. Stel atau ganti bila perlu.
c. Periksa kelenturan tali kipas antara pompa air • alternator dengan menekan beban 10 kg.
5. Mengganti oli mesin
a. Panaskan mesin.
b. Buka tutup pengisi oli mesin agar oli mudah keluar. .
c. Buka sumbat buang keluar pada karter.
d. Isi oli mesin sampai mcncapai tanda F pada stick ukur oli
Gunakan oli standar SAE yang diijinkan.
Catatan:
Setelah mésin dihidupkan, periksa jumlah oli dan periksa
kebocoran pada sumbat buangan.
6. Mengganti saringan oli
Untuk memasang saringan oli, beri beberapa tetes oli mesin pada
gasketnya. Setelah itu kencangkan dengan tangan.
7. Sistem pendinginan
a. Periksa cacat sobek dan kebocoran selang radiator.
b. Periksa cara kerja tutup radiator dengan memberikan tekanan
103 Kpa (1,05 kg/cm2 15 psi). Gunakan tutup radiator.
Catatan:
- Jangan memberikan tekanan Iebih dari 103 Kpa (1,05 kg/cm2 15 psi)
Peringatan:
- Jangan lepas tutup radiator ketika mesin panas.
- Bungkus tutup radiator dengan kain tebal waktu membukanya
- Waktu membuka tutup radiator kendurkan perlahan-Iahan
sampai ke atas. Setelah itu tunggu hingga tekanannya berkurang dan baru dibuka tutup radiator.
8. Mengganti air pendingin
a. Buanglah air pendingin mesin dengan melepas sumbat buangan radiator.
b. Isikan air pendingin yang baru. Pastikan air yang diisikan bersih (jernih).
9. Elemen saringan udara
a. Periksa elemen saringan udara. Bersihkan bila terdapat kotoran atau debu dengan semprotan udara.
b. Gantilah elemen tersebut bila kondisinya sudah rusak.
10. AIiran bensin
a. Periksa sistem penyaluran bensin pada setiap sambungan nya dari kebocoran. Kalau ada yang basah atau kotor berarti ada kebocoran pada sambungan tersebut.
b. Ganti bila selang klemnya rusak.
11. Mengganti saringan bensin
Pasang saringan bensin sesuai arah aliran yang benar.
12. Platina Distributor
a. Periksa permukaan platina. Bila tidak rata gosok dengan ampelas atau kikir platina.
b. Periksa kelurusan bagian yang bersentuhan. Stel platina jika perlu. Cara penyetelan platina lihat tune-up mesin.
13. A k i
a. Periksa jumlah air aki. Jumlah air aki harus berada di antara lower level (min) dan upper level (max). Bila kurang tambahkan dengan air suling.
b. Periksa berat jenis aki dengan hidrometer. Lihat cara memeriksa berat jenis dan kondisi aki pada tune—up mesin
14. B u s i
a. Periksa busi dari kebakaran, elektrodanya menipis, berkerak, dan porselinnya retak.
b. Ukur celah busi ; stel atau ganti jika perlu.
15. Saat pengapian
Periksa saat pengapian. Lihat prosedur pemeriksaan dan penyetelan saat pengapian pada tune-up mesin
16. Mekanisme karburator
Periksa mekanisme karburator. Cara pemeriksaan dan penyetelan
mekanisme karburator diuraikan pada tune-up mesin
17. Minyak, selang, dan sambungan rem
Periksa saluran minyak rem apakah pemasangan dan sambungannya benar. Jangan ada kebocoran, retak, Iuka, lecet, tergores atau cacat Iain pada saluran dan sambungan.
18. Minyak rem
Pastikan minyak rem selalu mendekati garis “MAX” pada tabung
cadangan, bila perlu tambahkan minyak rem sampai tanda garis “MAX”
19. Pedal rem
a. Periksa gerakan pedal rem.
b. Ukur ketinggian pedal. Bila perlu, sertai ketinggian pedal
dengan memutar saklar lampu rem, kemudian kencangkan mumya.
c. Ukurlah flens (spelling) pedal. Bila perlu stel dengan memutar push rod (pendorong) kemudian kencangkam mur penguncinya
20. Pedal kopling
a. Periksa keringanan gerakan pedal kopling
b. Ukur ketinggian pedal. Bila perlu stel dengan memutarkan stopemya, setelah itu kencangkan mur penguncinya.
c. Kendorkan mur pengunci dan stel speling garpu kopling. Setelah itu kencangkan mur penguncinya.
21. Rem cakram
a. Periksa kerja kaliper dari kemungkinan bocor.
b. Periksa keausan pad (bantalan).
c. Periksa kondisi dan ketebalan piringan rel
22. Rem tromol
a. Periksa kebocoran sllinder roda.
b. Periksa keausan dan kerusakan kanvas rem.
c. Periksa kondisi dan ukuran permukaan dalam dan diameter
tromol. Batas ketebalan kanvas rem: 1,0 mm.
23. Unit power brake dan selang rem
a. Periksa sambungan selang vakum dan ‘check’ valve dari keretakan.
b. Periksa power brake. Untuk memerikanya, injaklah pedal rem, berulang-ulang hingga gerakan pedal tidak berubah. Kemudian sambil menginjak pedal rem, star mesin. Saat itu pedal rem harus bergerak ke bawah sedikit.
24. Rem tangan
a. Tariklah tongkat rem tangan dengan kekuatan 10 kg. Ukurlah tongkat tersebut.
b. Bila perlu stel langkah tongkat tersebut dengan memutar mur penyetel.
25. Gerakan kemudi dan gear-housing
a. Periksa speling kemudi.
b. Periksa kerja sistem kemudi dan kelonggaran gear housingnya
c. Periksa kebocoran minyak kemudi pada gear housing dari Iumpur yang menempel padanya
26. Mekanisme kemudi
Periksa kerusakan dan kelonggaran mekanisme setir. Periksalah keadaannya sebagai berikut:
a. Tidak ada bergerak berlebihan pada ujung tie-rod.
b. Karat pelindung tidak rusak.
c. Ujung-ujung tie-rod tidak longgar dan gemuk berceceran.
27. Oli transmisi
a. Periksa kebocoran oli transmisi. Bila ditemukan kebocoran,cari penyebab dan perbaiki.
b. Buka tutup lubang perigi. Periksa oli transmisi. mencapai bagian bawah lubang gerigi tersebut.
28. Gemuk pada bearing roda•
a. Lepas hub bearing luar dan dalam.
b. Bersihkan bearing dengan pelarut dan semprot dengan kompresor hingga bersih.
c. Periksa kerusakan bearing dan hub. Ganti bila perlu.
d. Beri gemuk lithium untuk part-part berikut:
- Permukaan yang berputar pada bearing.
- Antara bearing dan oil seal.
- Bibir oil seal.
- Tutup gemuk.
29. Oli aksel belakang
a. Dengan melihat, periksa kebocoran oli pada aksel belakang, bila perlu ditemukan bocor, cari penyebabnya dan perbaiki.
b. Buka tutup lubang pengisi dan periksa oli sampai ke ujung bawah lubang tersebut.
30. Pemeriksaan ball joint suspensi
Periksa ball joint dam kerusakan kelonggaran atau kebocoran.
31. Pengencangan baut dan mur pada casis dan bodi
a. Kencangkan semua baut dudukan mesin.
b. Kencangkan kembali baut dan mur yang kendur
suspensi depan dan belakang sesuai spesifikasi.
c. Periksa mur roda. Bila perlu kencangkan dengan moment
pengencangan 9 – 11 kgm.
PETUNJUK UMUM PERAWATAN DAN REPARASI
Beberapa hal yang harus selalu diperhatikan dalam kegiatan
perawatan dan reparasi adalah sebagai berikut:
1. Pakailah selalu pelindung spatbor (fender), tempat duduk dan
lantai agar mobil mobil tetap bersih dan terhindar dari kerusakan
2. Bila mobil perlu didongkrak, siapkan dahulu ganjal roda, tempat dongkrak,
dan penopang pada posisi yang tepat
SISTEM PENGISIAN
Batere dengan kapasitas tertentu, tidak memungkinkan dipakai secara terus-menerus mensuplai kebutuhan listrik pada mesin atau komponen lainnya pada mobil. Oleh karena itu, pada mobil dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengisi batere kembali sekaiigus sebagai sumber listrik yang mensuplai listrik langsung ke komponen memerlukan pada saat mesin dihidupkan. Sistem ini disebut si
pengisian. Komponen-komponen utama sistem pengisian terdiri batere, alternator; dem regulator,
1. Alternator
Alternator adalah generator pembangkit listrik, yang mengubah energi mekanik dari putaran mesin menjadi tenaga listrik. Alternatif mensuplai kebutuhan listrik pada mobil sewaktu mesin hidup. Tetapi apabila jumlah pemakaian listrik lebih besar daripada yang dihasilkan alternator, maka batere lkut memikul beban kelistrikan tersebut
memperllhatkan konstruksi alternator,
Alternator digerakkan oleh poros engkol melalui tali kipas. Dengan berputarnya puli alternator, maka rotornya akan berputar menghasilkan arus listrik bolak-balik pada stator. Arus listrik bolak-balik ini kemudian diubah menjadi arus searah oleh rangkaian dioda.
Bagian-bagian alternator
a. PuIi
Puli berfungsi sebagai tempat tali kipas pemindah gerak putar dari poros engkol menjadi gerak putar rotor.
b. Kipas
Kipas berfungsi mendinginkan ramgkaian dioda dan kumparan
kumparan pada alternator.
c. Rotor
Didalam alternator, rotor merupakan bagian yang bergerak (berputar). Pada rotor terdapat kumparan rotor yang berfungsi menimbulkan kemagnetan. Kutu kuku pada rotor berfungsi sebagai kutub-kutub magnet dan dua slip ring berfungsi sebagai perantara penyaluran listrik ke kumparan rotor. Perhatikan gambar
d. Stator Stator
terdiri atas stator core (inti) dan kumparan stator yang diletakkan pada frame depan dan belakang. Stator core terbuat dari beberapa lapisan pelat besi tipis dan mempunyai alur pada bagian dalamnya untuk menempatkan kumparan stator. Stator akan mengalirkan fluks magnetik yang disuplai oleh inti rotor sedemikian
rupa, sehingga fluks magnet akan menghasilkan efek maksimum pada saat melalui kumparan stator.
e. End frame
Pada end frame terdapat stator dan rotor serta lubang-lubang untuk mangalirkan udara pendingin.
f. Rectifier
Rectifier merupakan rangkaian 6 atau 8 dioda sedernikian rupa, yang berfungsi mengubah arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan menjadi arus searah (DC).
g. Regulator
Regulator berfungsi mengatur besar arus listrik yang masuk ke dalam kumparan rotor, sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap (konstan) sesuai dengan harga yang telah ditentukan, walaupun putaran mesin yang menggerakkan berubah-ubah. Di samping itu regulator juga berfungsi pengisian pada batere apabila batere telah penuh dan alternator sudah dapat menyuplai arus listrik sendiri ke bagian yang memerlukan arus listrik.
Ada dua tipe regulator, yaitu
tipe point
dan tipe tanpa poin (biasa disebut IC regulator,gambar b), IC regulator memiliki ciri tertentu, yaitu :
- Ukurannya kecil dan outputnya tinggi.
- Tidak memerlukan penyetelan voltase (tegangan).
- Mempunyai sifat kompensasi temperatur untuk kontrol tegangan saat pengisian batere dan suplai ke lampu-lampu.
SISTEM PENGAPIAN DENGAN BATERE
Sistem pengapian pada mesin bensin berfungsi membakar campuran
udara dan bensin di ruang bakar pada akhir langkah kompresi, sehingga dihasilkan daya mekanik akibat pembakaran tersebut
memperlihatkan konstruksi sistem pengapian yang menggunakan
batere sebagai sumber listriknya, disebut sebagai sistem pengapian batere
1. Komponen komponen sistem pengapian
a. Batere
Batere sebagai penyedia arus listrik tegangan rendah (l2 V) untuk coil.
b. Kunci kontak
Pada sistem pengapian, kunci kontak berfungsi menghubungkan memutuskan aliran listrik dari batere ke ignition coil.
c. Ignition coil
Ignition coil berfungsi menaikkan tegangan listrik yang diterima dari batere menjadi tegamgan tinggi (10,000 — 20.000 volt) yang diperlukan untuk pengapian. Untuk mempertinggi tegangan listrik tersebut pada ignition coil terdapat dua kumparan, yaitu:
1) Kumparan primer (primary coil)
Kumpamn primer berfungsi menimbulkan medan magnet pada signition coil, sehingga menghasilkan induksi pada kumparan kumparannya. Ciri dari kumparan primer ini adalah yang penampangnya besar tetapi gulungannya sedikit (150 – 300 lilitan) dan berada di sebelah luar kumparan sekunder.
2) Kumparan sekunder (secondary coil)
Kumparan sekunder berfungsi menginduksi tegangan menjadi lebih tinggi yang selanjutnya dialirkan ke busi untuk menimbulkan pecikan api. Ciri dari kumparan ini mempunyai penampang kecil dengan lilitan yang sangat banyak (15.000 — 30.000 lilitan) dan berada disebelah dalam lilitan primer.
Kedua kumparan tersebut melilit pada inti besi (core) yang terbuat dari baja silikon tipis yang digulung ketat. Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat (short circuit) antara lapisan kumparan yang berdekatan disekat dengan kertas yang mempunyai tahanan sekat yang tinggi.
Salah satu ujung kumparan primer dihubungkan dengan termnal negatif primer, sedangkan ujung yang lainnya dihubungkan dengan terminal positif primer. Kumparan sekunder dihubungkan dengan cara serupa, di mana salah satunya dihubungkan dengan kumparan primer lewat (pada) terminal positif primer, sedang ujung yang lain dihubungkan dengan terminal tegangan tinggi melalui sebuah pegas
d. Distributor
Secara umum distributor berfungsi membagi-bagikan arus yang bertegangan tinggi dari ignition coil ke busi – busi yang terdapat pada setiap silinder. Secara khusus fungsi distributor dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu bagian pemutus arus, bagian distributor, governot
advancer, dan vacum advancer
1) Bagian pemutus arus
Terdiri atas breaker point (contact point) nok (camlobe) dan kondensor.
- Breaker point, berfungsi memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil.
- Nok (comlobe), berfungsi mengungkit breaker point agar dapat
memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer
coil. Konstruksi breaker poin dan nok (camlobe) ditunjukan
- Kondensor
berfungsi menghilangkan atau mencegah terjadinya loncatan bunga api listrik pada breaker point.
Terbakamya kondensor sering juga terjadi karena kondensor yang dipakai tidak sesuai dengan kapasitasnya atau kapasitasnya normal.
Kapasitas kondensor diukur dalam mikro farad
2) Bagian distributor
Bagian distributor berfungsi membagi-bagikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap-tiap silinder. Bagian ini terdiri atas tutup distributor dan rotor.
3) Bagian governor advancer
Bagian ini berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin.
memperlihatkan keadaan (a) governor advancer sebelum bekerja dan (b) saat bekerja.
4) Bagian vacum advancer
Bagian ini berfungsi memundurkan atau memajukan saat pengapian ketika beban mesin bertambah atau berkurang. Vacum advancer terdiri atas breaker plate dan vacum advancer, yang bckerjaa tas dasar kevakuman yang terjadi dalam intake manifold. Perhatikan keadaan vacum advancer sebelum bekerja dan saat bekerja
5) Busi (spark plug)
Busi berfungsi menghasilkan bunga api listrik antara kedua elektrodanya untuk membakar campuran gas pada ruang bakar. Percikan bunga api ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan igntion coil. Antara elektroda tengah dan sisi diberi renggang (gap) sebesar 0,6 – 0,8 mm. Pada celah inilah terjadinya loncatan api listrik busi. Bagian elektroda elektroda busi ini akan segera menjadi
kotor oleh gas-gas sisa pembakaran, oleh karena itu, bagian ini harus
dibersihkan pada selang waktu tertentu. Bagian bagian busi selengkapnya ditunjukkan pada gambar
SISTEM STARTER
Untuk menghidupkan mesin diperlukan tenaga dari luar yang dapat memutarkan poros engkol sampai terjadi pembakaran dan mesin bekerja. Tenaga luar inilah yang harus dihasilkan motor starter
memperlihatkan mekanisme sistem starter sebuah mobil.
Komponen-komponen motor starter
a. Yoke dan pole core
Yoke dibuat dari logam berbentuk silinder yang berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup. Pole core berfungsi
sebagai penopang field coil sekaligus menjadi inti untuk memperkuat
mednn magnet yang ditimbulkan oleh field coil.
b. Field coil
Field coil berfungsi menghasilkan medan magnet. Field coil di
buat dari lempengan tembaga yang dapat mengalirkan arus listrik cukup kuat, sehingga medan magnet yang dihasilkannya pun akan besar.
c. Armuture dan shaft
Armature terdiri atas sebatang besi yang berbentuk silindris dan
diberi slot slot, poros, komutator serta kumparan armature
Ketika arus listrik dari batere dialirkan pada kumparan armature dan
field coil, maka armature berputar akibat adamya gaya elektromagnetik
d. B r u s h
Brush (sikat) yang dibuat dari tembaga lunak, berfungsi meneruskan arus dari field coil ke armature coil dan langsung ke massa melalui
komputer. Umumnya starter memiliki empat buah brush, yang
dikelompokan menjadi dua, yaitu dua buah menjadi brush positif dan
dua buah lagi menjadi brush negatif
e. Armature brake
Armature brake berfungsi
sebagai pengerem putaran armature setelah lepas dari perkaitan
dengan roda penerus
f. Drive lever
Drive lever berfungsi untuk
mendorong pinion gear ke arah
posisi berkaitan dengan roda penerus dan melepas kembali perkaitan tersebut
g. starter clutch
starter clutch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari
premature shaft ke roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter
berfungsi juga sebagai pengaman armature coil apabila rod penerus
cenderung memutarkan pinion gear
h. sakelar magnet
Sakelar magnet (magnetik switch) bertugas menghubungkan dan
melepaskan pinion gear ke dan dari roda penerus, sekaligus mengalirkan
arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal
utama
Sistem kelistrikan mesin
Sistem kelistrikan mesin terdiri atas bagian bagiannya, yaitu :
batere (aki) yang mensuplai listrik ke komponen kelistrikan lainnya,
sistem pengisian yang mensuplai listrik ke batere, sistem starter yang
memutar mesin permulaan, sistem pengapian yang membakar campuran
udara bahan bakar yang dihisap ke dalam silinder.
BATERE (AKI)
Batere pada mobil berfungsi mensuplai energi listrik ke sistem
starter mesin, sistem pengapian, lampu lampu, dan komponen kelistrikan lainnya.
memperlihatkan konstruksi sebuah batere
dengan bagian-bagiannya sebagai berikut.
Kotak dan sel batere
Kotak batere berfungsi menampatkan sel dan menampung elektrolit. Sel-sel tersebut dihubungkan secara seri. Dengan demikian, tegangan listrik yang terbentuk sama dengan tegangan listrik tiap-tiap sel. Setiap sel menghasilkan tegangan 2,1 volt, sehingga bila batere mempunyai 6 buah sel maka tegangannya menjadi 12,6 volt. Setiap sel mempunyai satu lubang untuk mengisi air sulingan (air aki) elektrolit (accu zuur).
konstruksi kotak batere.
Pelat-pelat dan separator
Pada batere terdapat dua macam pelat, yaitu pelat positif dan
pelat negatif. Pelat pelat positif dan negatif ini dipasangkan secara
berselang seling yang dibatasi oleh separator dan fiberglas. Jadi, satu
kesatuan pelat separator dan fiberglas disebut/emen batere. Dengan penyusunan pelat pelat seperti itu, luas singgung antara bahan aktif
dengan elektrolit menjadi lebih besar, sehingga kapasitas listrik dari
batere menjadi besar.
Elektrolit
Elektrolit merupakan campuran air suling (60,8%) dan asam
sulfat (39,2%). Pada suhu 20°C, berat jenis batere yang berkapas penuh ialah 1,26. Pelat-pelat yang terendam elektrolit akan bereaksi
kimia dan hasil reaksi kimia ini dapat diubah menjadi energi listrik
Perhatian:
Elektrolit batere adaluh asam kuat yang dapat membakar kulit, mata
dan merusak pakaian. Bila mengenai kulit atau pakaian, basuhlah
segera dengan air dan netralkan dengan campuran soda (sodium
bicarbonate + air). Bila elektrolit mengenai mata, bilaslah dengan air
beberepa menit kemudian periksakan ke dokter
Rem parkir
Rem parkir terutama digunakan untuk parkir kendaraan.
penumpang dan kendaraan niaga yang kecil biasanya menggunakan
parkir tipe roda belakang
sedangkan kendaraan niaga yang besar mengguunakan rem parkir tipe center brake
a. Cara kerja rem parkir tipe roda belakang dengan rem model tromol
Dengan ditariknya tuas rem parkir, maka kabal rem parkir akan menarik tuas sepatu rem dan shoe strut, sehingga sepatu rem menjadi mengembang dan menahan tromol rem untuk tidak berputar
b. Cara kerja rem parkir tipe roda belakang dengan rem model cakram
Pada rem parkir tipe ini, mekanisme rem parkir disatukan dalam kaliper rem piringan
Gerakan tuas (stik) menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar, sehingga spindle dapat menggerakkan piston. Akibatnya, pad terdorong menekan rotor piringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar